Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa rasanya menjadi cantik?

 


Seorang pembawa acara memberikan pertanyaan acak pada bintang tamunya—yakni seorang artis muda yang tengah naik daun.

Benar atau tidak, kalau cantik setengah masalah hidup lo kelar?

Spontan aku membenarkan pernyataan itu. Dan itu bukan pernyataan yang salah, hanya sedikit meresahkan. Terutama untuk perempuan yang tak merasa dirinya cantik—dimana merasa tak cantik itu sah-sah saja.

Aku salah satu perempuan yang tak pernah mendapat pujian 'cantik'—atau mungkin terakhir kali ketika aku bayi, yang akhirnya membuatku berpikir, aku memang tak cantik. Bahkan aneh ketika ada yang memuji aku cantik. Tapi bukan berarti aku rendah diri.

Kurasa kita semua tahu bahwa cantik tak selalu rupa dan fisik, cantik juga bisa berasal dari hati, pikiran dan perbuatan yang baik. Cantik juga bukan hal yang harus selalu diakui banyak orang, asal diri sendiri tahu, asal orang terdekat tahu, bagiku cantik itu cukup.

Akan tetapi, pemikiran 'cantik' bagi setiap orang berbeda-beda. Tentunya, aku tidak bisa memaksakanpemikiranku pada siapapun. Maka tak jarang, akupun seperti manusia umumnya, yang menilai cantik sebagai cantik. Ya, seperti yang kebanyakan orang pikirkan.

Saat itu, aku merasa kecil. Seperti apa yang selama ini kuyakini bagi diriku hilang begitu saja. Seolah hanya aku yang mempercayai definisi 'cantik' itu, lalu kehilangan rasa percaya diri.

Namun setelah melewati fase itu, aku justru lebih menghargai makna 'cantik' berkali-kali lipat. Ketika melihat orang dengan hati, pikiran dan perbuatan yang baik, dengan atau tanpa fisik yang 'cantik', aku lebih mudah menghargai orang itu. Juga sebaliknya, dengan atau tanpa rupa yang cantik, namun tindakannya buruk dan merugikan orang lain, makna cantiknya akan terus memudar dan menjadi biasa saja.

Kadang, aku masih gemar memandang 'cantik' dari sudut pandang awam. Meski perasaan kecil itu sesekali menghampiri, tapi itu tidak akan membuatku terjebak. Karena cantik versiku dan versi dia/mereka berbeda.

Sejujurnya, aku berharap setiap orang mengkaji ulang penilaian 'cantik' versi mereka. Juga belajar bagaimana cara menyampaikannya tanpa terkesan bergurau, menggoda atau catcalling. Karena 'cantik' adalah kata yang seharusnya bisa membuat seseorang merasa senang dan percaya diri.

 

Dilihat : 0 kali
Kolom Komentar